Expression of Donard : A Better World is Possible

donard's posts with tag: leadership

What are tags? You can give your posts a "tag", which is like a keyword. Tags help you find content which has something in common. You can assign as many tags as you wish to each post.
View posts by people in your network with tag leadership
Blog EntrySaatnya Kaum Muda Memimpin?Nov 10, '07 8:42 PM
for everyone
Sindo Edisi Sore Opini Sore

                                 Saatnya Kaum Muda Memimpin?

                                               Donard Games

Momen Sumpah Pemuda tahun ini terasa agak istimewa dengan munculnya aspirasi kaum muda untuk bisa tampil dalam pentas kepemimpinan nasional. Ketua Umum Gerakan Pemuda Ansor Syaifullah Yusuf, misalnya,  menyebut bahwa sudah saatnya kaum muda menggalang kekuatan untuk bisa menjadi pemimpin bangsa ini, (dan itu) karena mereka juga tidak bisa berharap posisi itu didapatkan begitu saja dari pemberian tokoh tua (Sindo, 26 Oktober). Sebuah langkah yang lebih maju lagi digagas oleh beberapa tokoh muda, seperti : Sukardi Rinakit, Faisal Basri, Effendi Ghazali, Yudi Latif,  Chalid Muhammad Muhammad, dan Fadjroel Rahman. Mereka berikrar dengan menyuarakan secara lantang pada publik, “Saatnya Kaum Muda Memimpin”.

Pertama, harus dilihat latar belakang munculnya keinginan kaum muda untuk tampil dalam kepemimpinan nasional ini. Momen yang diambil adalah Sumpah Pemuda dan tidak dapat disangkal bahwa keinginan itu juga muncul berkaitan dengan pemilihan presiden tahun 2009. Ada semacam kegelisahan dari kaum muda bahwa pemimpin nasional yang sementara muncul dan (akan) tampil pada pemilihan mendatang semuanya berusia mendekati 60 atau di atas 60 tahun, Susilo Bambang Yudhoyono (58 tahun), Megawati Soekarnoputri (60), Jusuf Kalla (65), Sutiyoso (63). Ini bisa dilihat sebagai bentuk kegelisahan kaum muda yang berbeda tapi dengan nafas semangat nasionalisme yang sama dengan kaum muda yang berkongres pada tahun 1928 dimana mereka dulu juga gelisah dengan belum adanya kesatuan sikap pemuda terhadap perjuangan kemerdekaan.

Selanjutnya, mari kita lihat apakah sikap, semangat, keinginan, dan ikrar “Saatnya Kaum Muda Memimpin” yang ingin kaum muda memimpin negeri ini memang bisa diwujudkan untuk saat ini (pemilihan presiden 2009) atau harus menunggu saat-saat yang lebih panjang lagi. Kalau dari ide dan esensi, keinginan tersebut tentu sangat perlu disambut positif dan sama sekali bukan mengada-ada. Ilustrasi sederhana saja, bangsa ini pernah mengalami masa dipimpin oleh tokoh-tokoh muda yang cerdas, terpercaya  dan penuh semangat di masa awal-awal berdirinya. Bung Karno menjadi Presiden RI pertama- di masa-masa sangat sulit-ketika berusia 44 tahun, Wakil Presiden pertama Bung Hatta (43), dan Perdana Menteri pertama Sutan Sjahrir (36). 

Kembali ke ikrar “Saatnya Kaum Muda Memimpin” ini, awal-awal saja, salah satu tokoh penggagasnya, Effendi Ghazali, sudah menyebut bahwa ikrar ini lebih merupakan simbol dari bangkitnya anak muda (detikcom, 26 Oktober). Belum lagi fakta bahwa menurut survei LSI yang diumumkan pada minggu pertama Oktober ini ternyata tokoh-tokoh tua ternyata masih menjadi favorit responden. Apalagi, secara objektif mereka yang disebut-sebut sebagai calon pemimpin nasional adalah mereka yang masih dan telah memiliki posisi penting di pemerintahan atau di partai politik, serta tentunya memiliki akses yang kuat ke media massa-sesuatu yang kiranya menjadi barang mahal bagi kaum muda.

Namun demikian, sesulit apapun, dan sudah sesuai dengan karakteristiknya, kaum muda memang seharusnya tetap terus berupaya dan pandai mengambil kesempatan. Pada saatnya, upaya dan kepandaian itu akan membuahkan hasil. Termasuk upaya Faisal Basri, misalnya, yang bagi sebagian orang dianggap naïf dan mentah secara politik ketika menyebut salah satu alasannya untuk mengikuti proses pemilihan gubernur Jakarta adalah karena dia melihat adanya kebijakan partai politik salah satu partai yang mencalonkan orang yang berkualitas dan bisa diterima oleh publik meskipun calon tersebut berasal dari luar partai. Kaum muda juga bisa belajar dari pengalaman intelektual muda yang cerdas dan mapan secara ekonomi, Jeffry Geovannie, yang mendapat kesempatan langka bisa menjadi calon gubernur Sumatera Barat, tetapi lupa menghitung betapa pentingnya untuk dikenal oleh masyarakat luas, apalagi di saat rakyat memilih pemimpinnya secara langsung, dan bukan hanya intens pada saat proses pencalonan dilaksanakan.

Pemimpin muda yang tampil juga seharusnya bukan sekadar mengandalkan kemudaan usianya saja. Lebih daripada itu, rakyat pada umumnya dan termasuk kaum mudanya sendiri pada dasarnya lebih merindukan sosok pemimpin nasional yang berjiwa muda. Berjiwa muda dalam hal ini identik dengan pemimpin yang berani, berwawasan luas dan terbuka, dan penuh semangat. Banyak kaum muda di Indonesia saat ini yang mengagumi pemimpin-pemimpin, seperti : Presiden Mahmudin Ahmadinnejad (Iran), Presiden Evo Morales (Bolivia), Presiden Hugo Chavez (Venezuela).  Meskipun mereka sering dipandang sebagai sosok yang naif dan agak aneh, tapi paling tidak mereka memiliki sikap dan komitmen yang jelas untuk menyejahterakan rakyatnya dan berani menyatakan pendiriannya secara jelas dan konsisten meskipun mengundang kontroversi terutama dari lawan-lawan politik mereka di kalangan komunitas internasional.

Penulis melihat bahwa dengan segenap potensi besarnya meskipun juga dibarengi kelemahan-kelemahannya, kaum muda sudah sepatutnya disiapkan untuk memimpin bangsa ini. Namun demikian, dari segi kenyataan, secara objektif, adalah masih sulit bagi kaum muda untuk tampil sebagai presiden pada pemilihan presiden 2009. Posisi wakil presiden bisa jadi lebih bisa dijangkau kaum muda dan itupun tergantung campur tangan banyak pihak, termasuk calon presidennya sendiri yang tentunya memiliki posisi tawar yang lebih besar.

Kita bisa berharap bahwa presiden terpilih pada pemilihan 2009 bisa menjadi mentor dan sekaligus mitra bagi terwujudnya kepemimpinan nasional dari kaum muda di masa datang. Oleh karena itu, tidak ada salahnya jika publik mulai sekarang mencermati secara lebih istimewa  pada calon presiden (siapapun dia dan berapapun usianya) yang berjanji untuk memberikan posisi-posisi penting pada kaum muda, tetapi yang lebih penting lagi, berjiwa muda di pemerintahan yang akan dibentuknya nanti.

 

 

 

Donard Games,

Pemuda Indonesia;

Pengajar di Universitas Andalas Padang

 

http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/opini-sore/saatnya-kaum-muda-memimpin-3.html

Sabtu, 27/10/2007

© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help

Template design - Copyright © 2005 Sam Royama All rights reserved.