Expression of Donard : A Better World is Possible

donard's posts with tag: pemilu 2009

What are tags? You can give your posts a "tag", which is like a keyword. Tags help you find content which has something in common. You can assign as many tags as you wish to each post.
View posts by people in your network with tag pemilu 2009
Blog EntryLangkah Kuda SutiyosoNov 10, '07 8:30 PM
for everyone

                                    LANGKAH KUDA SUTIYOSO ?

                                                    Donard Games

 

 

            Rabu, 10/10/2007 - Tepat pada 1 Oktober lalu, Sutiyoso mengumumkan keinginannya untuk maju dalam pencalonan sebagai Presiden RI dalam pemilihan umum 2009. Sebagaimana diberitakan Sindo pada 2 Oktober lalu, Sutiyoso merasa tidak gentar dan siap bersaing dengan siapapun dalam pemilihan presidenn anti seraya dengan lugas menyebut dukungan padanya cukup signifikan dari sejumlah pihak dan diapresiasi banyak orang terbukti dari kehadiran banyak tokoh penting di saat momen pendeklarasiannya.

            Ada beberapa catatan menarik yang bisa disampaikan sehubungan dengan pencalonan sosok yang memimpin Jakarta dalam dua periode kepemimpinan ini. Pertama, memang benar ini bukan deklarasi pencalonan diri sebagai calon presiden yang pertama, tapi ini adalah pencalonan presiden pertama yang belum memiliki kendaraan politik alias partai politik dalam pemilihan nanti. Sebelumnya ada Megawati Soekarno Putri yang sudah dapat dipastikan didukung sepenuhnya oleh PDI-P. Sementara pencalonan Abdurrahman Wahid dianggap tidak mengejutkan karena pengaruh kuatnya di PKB meskipun kepastiannya tidak sebesar Megawati karena alasan kesehatan dan atau undang-undang.

            Inilah kecerdikan Sutiyoso yang memang taktis dan berorientasi tujuan. Dia tahu bahwa dirinya tidak punya sandaran partai politik, tapi dia juga paham bahwa dalam konstelasi politik semua hal termasuk pencalonan dirinya adalah kemungkinan. Sebagian orang menyebut bahwa pendeklarasian Sutiyoso ini terlalu awal dan berani sementara pemilihan masih jauh dan bahkan partai politik peserta pemilihan umum pun masih belum ditetapkan. Namun demikian, justru dengan pencalonannya yang belum didukung oleh partai peserta pemilihan umum serta waktu yang relatif masih lama menjelang 2009 akan menjadikan kesempatannya menjadi terbuka untuk dipertimbangkan oleh partai politik. Sebuah lompatan lainnya setelah sebelumnya dia di luar bayangan banyak orang mampu memenangkan hati PDI-P untuk bisa maju pada periode kedua gubernur Jakarta.

            Alasan kedua yang menjadikan pencalonan Sutiyoso menarik untuk dibahas adalah karakter pribadi dan gaya kepemimpinannya yang berbeda dan bisa menjadi alternatif. Karakter pribadi yang suka kerja keras, percaya diri, berorientasi tujuan, dan memiliki pandangan bahwa dirinya bisa berperan besar menentukan nasibnya sendiri (konsep locus of control). Lihat saja di halaman depan situs resminya (www.bangyos.com), Sutiyoso dengan lugas menyebut, “Kalau orang lain bisa, mengapa Saya tidak bisa. Kalau orang Belanda di Amsterdam keliling kota pakai feri bisa, mengapa kita tidak bisa? Sutiyoso sendiri pernah menyebut dirinya nekad jadi tentara mekipun keluarganya tidak setuju dan baru pulang ke rumah setelah dia sudah berhasil masuk Akabri. Tapi dia juga pragmatis dan oportunis. Dia tidak menolak kemungkinan dirinya menjadi menteri dalam negeri sampai akhirnya dia mendapat sinyal yang jelas dari SBY bahwa dia bukan orangnya.           

Gaya kepemimpinannya melekat dengan citra kejelasan dan ketegasan terutama di periode kedua jabatannya sebagai gubernur.  Tidak dapat disangkal bahwa tidak banyak pejabat politik dari kalangan eksekutif di Indonesiaa saat ini yang sikapnya sejelas dan setegas Sutiyoso. Kekerasan hatinya menerapkan proyek Busway sudah menjadi pengetahuan orang. Dia juga tidak segan-segan menunjukkan kecenderungan sikapnya. Sebagai contoh, Sutiyoso tidak menutupi kejengkelan hatinya dan bahkan menghubungkannya dengan nasionalisme bangsa Indonesia ketika pihak keamanan di Sydney berupaya menginterogasinya seputar masalah Timor Leste. Dia juga tidak menyembunyikan keinginan pribadinya yang mengharapkan wakilnya Fauzi Bowo sebagai gubernur Jakarta pengganti dirinya.

 

 

 

 

            Ketegasan dan kejelasan inilah yang tampaknya akan menjadi senjata bagi Sutiyoso dalam pencalonannya. Sebagian pihak menyebut bahwa prestasi Sutiyoso sebagai gubernur tidak dapat dikatakan cemerlang karena tiga indikator dianggap tidak menunjukkan perkembangan yang berarti, yaitu : masalah banjir, kemacetan lalu lintas dan kesejahteraan penduduk Jakarta. Belum lagi keraguan publiK atas peran militernya di masa lalu dan isu politik uang. Meskipun begitu, Sutiyoso juga  mengetahui bahwa ada keinginan dari banyak orang terhadap ketegasan dan kepastian dari pemimpinnya; sesuatu yang sepertinya juga dirindukan orang dari kepemimpinan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Jusuf Kalla (JK)

Padahal, pasangan SBY-JK adalah pasangan hasil pemilihan umum yang relatif bersih dan ini yang penting : dipilih langsung oleh rakyat. Rakyat memercayai mereka untuk mengambil keputusan-keputusa penting yang menyangkut hidup mereka. Orang pada dasarnya meyakini bahwa SBY adalah orang pintar dan dapat dipercaya. Namun ada kegamangan dari SBY dalam mengambil keputusan sebagaimana kehati-hatiannya dalam berhadapan dengan parlemen dan partai politik. Ada keputusan politik presiden yang benar tapi terlalu lama keluarnya, seperti penggantian menteri dalam negeri yang dibiarkan kosong terlalu lama dan keputusan tentang nasib dan penanganan IPDN. Ada juga keputusan yang memang membutuhkan ketepatan dan kecepatan sedari awal, seperti misalnya, masalah lumpur Sidoarjo.

Oleh karena itu, tidak heran ketika mengumumkan keinginannya menjadi calon presiden, Sutiyoso mengangkat isu yang dianggap jelas dan kuat untuk publik. Tentu saja dia juga mengangkat perihal kekecewaannya dan kekecewaan banyak orang perihal jalannya reformasi, tapi Sutiyoso tidak lupa mengangkat isu kongkret dan juga populer, yaitu nasionalisme. Itu ketika dia dengan bersemangat menyebut  dirinya akan mengurangi intervensi asing terhadap seluruh dimensi kehidupan di Indonesia. “Kalau sampai sistem ekonomi maupun politik Indonesia diintervensi, harga diri bangsa kita akan jatuh”, katanya (Seputar Indonesia, 2 Oktober).

Perjalanan politik Sutiyoso selanjutnya setelah menjadi gubernur sudah (resmi) dimulai. Dia tentu sudah siap dengan segala konsekuensinya. Tinggal lagi tanggapan masayarakat dan terutama partai politik peserta pemilihan umum, apakah mereka melihat Sutiyoso sebagai alternatif, atau melirik kepadanya nanti di saat-saat terakhir atau malah melupakannya. Jika nanti dalam perjalanannya Sutiyoso diharuskan memilih posisi yang lebih rendah, misalnya, posisi  wakil presiden atau sebagai menteri dari presiden terpilih, itu adalah kemungkinan-kemungkinan lanjutan yang perlu dicermati dari langkah Sutiyoso kali ini.

 

 

Donard Games, Pengamat Sosial Politik, Pengajar di Universitas Andalas Sumatera Barat

 

 http://www.seputar- indonesia. com/edisicetak/ opini-sore/ langkah-kuda- sutiyoso. html

 


© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help

Template design - Copyright © 2005 Sam Royama All rights reserved.